Ulasan Perkembangbiakan Kupu-Kupu

Ulasan Perkembangbiakan Kupu-Kupu
January 12, 2018 Same Gonzales 0 Comments

Tahukah Anda seperti apa perkembangbiakan kupu-kupu? Banyak orang yang hanya tahu tentang proses metaformosisnya saja. Ya, proses metaformosis kupu-kupu memang begitu terkenal dan dipahami oleh banyak orang. Proses tersebut memiliki tahapan dari telur, menjadi ulat, lalu kemudian berubah menjadi kepompong, barulah keluar kupu-kupu. Namun, dari mana telur kupu-kupu berasal? Anda yang hanya tahu seperti apa metamorfosis kupu-kupu pastinya kesulitan menjawab pertanyaan ini. Untuk lebih jelasnya, simak terus ulasannya di sini.

Kupu-kupu memiliki siklus hidup yang unik dan menarik. Banyak orang yang penasaran seperti apa proses munculnya seranggan cantik yang satu ini. Ada pula yang bahkan juga tertarik untuk membudidayakan kupu-kupu karena hewan yang satu ini memang sangat indah. Agar paham seperti apa seluruh proses dari tahap awal hingga kupu-kupu bisa terbang menghiasi dunia, inilah dia penjelasannya untuk Anda:

Dimulai dari proses perkawinan (generatif)

Kupu-kupu jantan dan betina melakukan proses perkawinan untuk menghasilkan telur. Ya, serangga bersayap cantik ini memang tergolong hewan generatif atau berkembangbiak ketika ada pembuahan sel telur oleh sel jantan. Karena menghasilkan telur, tentu saja kupu-kupu tergolong hewan ovivar. Dan keturunan dari hasil perkawinan ini memiliki sifat yang mewarisi keduanya. Inilah tahap awal bagaimana kupu-kupu ada dan berkembangbiak. Untuk proses perkawinannya, para ahli menyebutkan bahwa sang kupu-kupu jantan akan membuahi sel telur kupu-kupu betina ketika sang betina sedang mengangkat sayapnya. Lalu, setelah telur dibuahi kemudian diletakan pada daun dan kemudian masuk ke tahapan matamorfosis selanjutnya.

Baca Juga : Apa Sajakah Makanan Kupu Kupu? Ini Dia Jawabannya

Perubahan telur menjadi kepompong

Telur yang telah menempel pada daun akan menetas menjadi seekor ulat sekitar 1 minggu. Pada daun tersebut, telur tidak diberikan perlindungan apapun dan dibiarkan hingga menjadi ulat sendiri. Setelah ulat muncul ke dunia, ulat ini akan menjadi hewan yang termasuk rakus. Ulat memakan daun dan akan menjadi satu-satu fase matemorfosis kupu-kupu yang mengalami aktivitas makan. Ketika menjadi ulat, terjadi pergantian kulit sekitar 4 kali sepanjang dua minggu lamanya. Baru setelah itu, ulat akan membungkus dirinya sendiri yang berubah menjadi kepompong.

Fase kepompong

Setelah rakus menjadi ulat, maka fase kepompong ini terjadilah fase berpuasa panjang. Fase ini sangatlah unik karena ulat membungkus dirinya sendiri dan menjadi hewan yang tidak makan apapun ketika menjadi kepompong. Saat fase ini, warna kulit luar kepompong adalah hijau atau cokelat sebagai bentuk kamuflase. Menariknya, jika diamati dari luar pada fase ini tidak terjadi gerakan apapun padahal di dalamnya sedang ada proses pembentukan sayap kupu-kupu. Proses ini memakan waktu sekitar satu atau dua minggu hingga benar-benar terbentuk sayap yang cukup kering dan kuat.

Lahirlah kupu-kupu dari kepompong

Lahirlah kupu-kupu dari kepompong

Istilah lahir mungkin kurang terdengar pas namun kata itu bisa lebih memudahkan gambaran kapan kupu-kupu muncul ke dunia. Ya, setelah fase kepompong maka akan munculah serangga cantik yang memiliki sayap dan siap menghiasi dunia. Namun, sayap yang baru muncul dan baru keluar dari bungkus kepompong ini akan terlihat basah. Setelah dikepakkan dan menunggu beberapa saat, sayap akan menjadi kering dan kupu-kupu akan siap terbang untuk pertama kalinya.

Proses perkembangbiakan yang sangat menarik, bukan? Proses yang cukup panjang tersebut sering dijadikan analogi oleh banyak orang bahwa untuk memperoleh keindahan dan kecantikan memang harus melalui tahapan yang tidak mudah. Sama halnya dengan kupu-kupu, untuk menjadi serangga yang cantik dimulai dengan proses perkembangbiakan yang cukup panjang.

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *