Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu
January 12, 2018 Same Gonzales 2 Comments

Kupu-kupu adalah serangga kecil yang indah, namun dibalik keindahannya tersebut terdapat banyak proses yang harus ia lewati. Proses tersebut dinamakan metamorfosis. Proses dan sikulus metamorfosis seekor kupu-kupu dapat dikataka panjang dan lama. Secara sekilas tredapat 4 tahapan yang harus dilewati oleh kupu-kupu untuk menjadi kupu-kupu yang sempurna dengan bentangan sayap yang indah. Dimulai dari telur, ulat, kepompong dan kupu-kupu. Siklus hidup kupu-kupu ini kemudian banyak diambil filosofinya dan disamakan dengan proses hidup manusia menuju kesuksesan.

Metamorfosis sempurna kupu-kupu

Seperti yang sudah dikatakan tadi, bahwa kupu-kupu yang sempurna memiliki 4 tahapan hidup dalam metamorfosisnya, yakni telur, ulat atau larva, kepompong dan kemudian menjadi kupu-kupu. Berikut adalah sedikit penjelasannya.

  1. Fase Telur

Telur adalah yang kali pertama menjembatani kehidupan seekor kupu-kupu, tanpa adanya telur kupu-kupu tak akan menjadi seekor kupu-kupu bersayap. Kupu-kupu betina dewasa pada masanya akan mencari tempat berupa tanaman yang pas untuk menaruh telurnya. Telur kupu-kupu ini pun jumlahnya sangat banyak. Kupu-kupu akan memilih tanaman yang memiliki daun kesukaannya semasa masih menjadi ulat. Hal itu akan memudahkan anak-anaknya ketika menetas nanti, karena akan langsung mendapatkan makanan. Telur biasanya diletakkan pada bagian bawah daun atau ujung-ujung daun. Warna telur biasanya putih, dalam jangka waktu 3 sampai 5 hari, telur akan menetas menjadi ulat. Cara keluarnya adalah degan cara melubangi telur tersebut.

  1. Fase Ulat atau Larva

Telur yang menetas kemudian akan menjadi ulat. Ketika menjadi ulat inilah fase yang terlama dijalani. Setiap harinya ulat akan makan dedaunan hijau sangat banyak sekali. Bukan karena apa, hal tersebut bertujuan sebagai cadangan makanan ketika mereka menjadi kepompong nanti. Pertumbuhan ulat ini akan sangat cepat, saking cepatnya sampai-sampai kulit ulat tidak mampu lagi menampung bentuk tubuh. Akibatnya ulat akan berganti kulit. Pergantian kulit pada ulat ini dinamakan molting. Sewajarnya, ulat akan berganti kulit sebanyak 4 hingga 6 kali. Ketika ulat tersebut sudah mencapai ukuran maksimal, ia akan berhenti makan dan mencari tempat untuk beristirahat. Pada saat itulah fase kepompong dimulai.

  1. Fase Kepompong

Fase ini adalah fase yang paling akhir untuk menjadi seekor kupu-kupu. Kepompong atau pulpa memiliki tekstur yang halus namun keras, warna sebuah kepompong biasanya kecoklatan atau hijau. Pada fase ini ulat akan tidur nyenyak dan tidak memikirkan apapun gangguan yang datang dari luar. Kepompong juga memiliki fungsi sebagai media berlindung ulat. Proses pembentukan kepompong menjadi kupu-kupu berlangsung sekitar 7 sampai 20 hari bergantung dari spesies si kupu-kupu.

  1. Kupu-kupu

Kupu-kupu di Bunga

Saatnya menjadi kupu-kupu ketika sudah melewati tahapan telur, ulat dan kepompong. Ketika baru menetas dari kepompong, sayap kupu-kupu tidak begitu saja langsung mekar dan dapat digunakan untuk terbang. Sayap tersebut masih kusut, kecil, dan belum mekar. Terdapat cairan yang menempel pada sayap dan kepompong, namun menurut penelitian justru cairan itulah yang akan membantu sayap kupu-kupu untuk mengembang dengan baik. Cairan tersebut bernama Hemolymph. Kupu-kupu akan merangkak ke atas tempat tinggi yang mendapatkan sinar matahari untuk mengeringkan sayapnya, setelah sayap kering, perlahan kupu-kupu akan mengepak-ngepakkan sayapnya sebagai pemanasan untuk selanjutnya terbang.

Baca Juga :

Selanjutnya kupu-kupu akan melanjutkan hidupnya, mencari makan, kawin, bertelur lalu mati. Jangka kehidupan kupu-kupu memang relatif pendek, yakni hanya sekitar 2 sampai 4 minggu saja. Namun untuk spesies tertentu ada yang hidup sampai berbulan-bulan.

2 People reacted on this

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *